.::Selamat Datang di Situs Kami , Semoga Website Kami ini Memberikan Pencerahan kepada Sahabat-Sahabat Mengenai Agama Kita yang Tercinta, Selamat Menikmati Hidangan Kami, dan Mohon Doanya ya Agar wAbsite Kami Tetap Eksis!! Amin::.
Tampilkan postingan dengan label Jajak Pendapat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jajak Pendapat. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 November 2008

Koruptor Layakkah Dihukum Mati?

Koruptor adalah sebuah gelar yang sangat buruk disandang oleh manusia yang mempunyai akal dan hati nurani. Koruptor adalah gelar pencuri tingkat tinggi yang dilakukan oleh kalangan atas untuk mengkayakan diri sendiri dan mengacuhkan penderitaan orang lain. Koruptor adalah seburuk-buruknya tindakan kejahatan yang selama ini jarang sekali ditindak tegas oleh penegak hukum di Indonesia. Koruptor sudah merajalela kemana-mana, mulai dari pejabat pemerintahan, dewan, hakim, polisi hingga ketua RT dan RW di pedesaan. Buktinya banyak pemberitaan mengenai pelaku korupsi diberbagai media masa, baik elektronik maupun tulisan.


Mungkin ada benarnya jika uang adalah segala-galanya, pernyataan ini hanyalah dikhususkan kepada peraturan Negara kita. Ini terbukti makin banyaknya koruptor yang bertebaran dimana-mana. Seharusnya jika hukum dan peraturan Negara Indonesia adalah peraturan yang tegas dan setimpal dengan perbuatannya, sudah seharusnyalah koruptor mati kutu, tidak ada lagi yang melanggang enaknya, sehingga ia menikmati hasil kejahatannya. Namun karena peraturan yang tidak tegaslah yang menjadikan uang dapat berbicara, karena uang kebenaran berubah menjadi kejahatan, dan bahkan dengan uang pula kejahatan berubah wujud menjadi kebaikan. Inilah kelemahan hukum dan peraturan Indonesia yang sangat tidak tegas dan bahkan terkesan lemah tanpa darah. Jadi jangan salahkan kucing yang mengandung jika koruptor dimana-mana.


Sudah saatnyalah Indonesia sebagai Negara teladan. Kita sudah lelah mendengar ditelinga kita bahwa Indonesia adalah Negara yang tertinggi dalam angka korupsinya. Apakah Indonesia harus terus terpuruk, kata Bung Roma dalam syair lagunya “Yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin”, inilah yang sudah seharusnya dipikirkan oleh semua element masyarakat, bukan hanya pemerintah saja tetapi setiap individu manusia, agar mengetahui bagaimana efek korupsi yang akan mengakibatkan bencana bagi seluruh masyarakat Indonesia.


Sebuah wacana muncul untuk mematikan angka-angka korupsi yang semakin hari semakin membludak. Wacana ini muncul akibat kekesalan dan kegundahan masyarakat Indonesia pada umumnya. Dari pengasingan diri hingga hukuman mati. Akhir-akhir ini ada sebuah wacana bahwa hukuman yang paling tepat untuk pelaku korupsi adalah hukuman mati seperti yang dilakukan oleh pemerintah China, untuk memusnahkan korupsi yang terus bermunculan di Negara itu. Hukuman mati terasa tepat karena sesuai dengan apa yang diperbuatnya, maling tingkat tinggi dan akan berefek kepada rakyat Indonesia yang semakin menderita.


Coba kita bayangkan, seorang yang mencuri ayam bisa hancur wajahnya karena dipukuli oleh masyarakat, namun pejabat yang terkenal dengan kebijakannya mencuri uang rakyat hingga bermilyar-milyar tetapi hanya divonis dua hingga tiga tahun penjara, sungguh naïf perbedaan ini, belum lagi penjara yang dipakai oleh pejabat yang korupsi penjara yang kelasnya VVIP. Masya Allah, hingga seperti ini kah ketidakadilan hukum manusia, dan sesungguhnya hukum Mu lah yang paling adil diseluruh alam semesta ini.


Dalam hukum islam, hukuman korupsi dapat dibagi dalam tiga bagian. yang pertama, jika korupsinya itu dalam jumlah yang besar hingga bermilyar-milyaran rupiah dan berefek kepada rusaknya kestabilitasan Negara serta hilangnya kesempatan hidup bagi sebagian rakyat maka tindakan korupsi seperti ini layak diberi hukuman mati. Yang kedua, jika korupsinya dalam jumlah yang sedang misalnya ratusan juta rupiah maka hukumannya adalah potong tangan, sedangkan yang terakhir jika korupsinya dalam jumlah yang sangat kecil misalnya jutaan rupiah, maka hukumannya dipenjarakan hingga ia benar-benar tobat dan menyesali apa yang ia perbuat.


Oleh karena itu Website Nur Aurora mengadakan jajak pendapat tentang masalah hukuman mati bagi pelaku korupsi. Selama satu bulan kami mengadakan polling tersebut dan hasilnya sangat fantastic, sekitar 64 % setuju dengan hukuman mati bagi pelaku korupsi, hanya 14 % yang tidak setuju dengan hukuman mati bagi para koruptor dan selebihnya sekitar 22 % memilih abstain.


Dari sini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia sudah muak dengan korupsi, oleh karena itu tidaklah mustahil jika lebih dari 50 % pengunjung website Nur Aurora menyatakan setuju dengan tindakan hukuman mati para koruptor ini. Walaupun jajak pendapat ini tidaklah terlalu ilmiah namun sudah bisa dipahami bahwa sebagian masyarakat Indonesia menginginkan yang terbaik bagi negaranya yaitu tindakan tegas bagi pemerintah untuk menciutkan tindakan korupsi dinegara kita yang tercinta ini.


Ini adalah beberapa komentar dari pengunjung website Nur Aurora yang menyumbangkan suaranya demi kemajuan bangsa:

From chitz_zane on November 12, 2008 at 9:37 pm.

Top of Form

Bottom of Form

setuju banget...!!!
hukum n penegak hukumnya mesti tegas..
masa korup milyaran mpe triliyunan cuma berapa taon penjara..
gimana gak makin banyak yang korup!!!
hukumannya gak nyeremin..

emang seh....
rejeki ma dah ada yang atur..
tp paling gak,jangan serakah amat..
bener tuh kata mas eko patrio..
yang kaya makin kaya...
yang miskin makin miskin....

From _dHebry_ on November 3, 2008 at 8:05 am.

Top of Form

Bottom of Form

waT qUwh c... yg nMa'a k0ruptor. nTu maH dah mendaRah daGing di tiap diRi mNsia. ,,sBgai c0ntoh'a.kLo dpkir sCra logika, bnrE dri qTa kciL dah bLjr korpSi low...!!!coba temend2 pkir ja.. skRg cmua t'gnTng dri indvdu Ntu ndiri

From Hamba Allah on September 8, 2008 at 12:05 am.

Top of Form

Bottom of Form

biar tidak ada lagi yang korupsi, karena merugikan raykat dan negara...........

From cha_cha on August 19, 2008 at 11:11 pm.

Top of Form

Bottom of Form

koruptor mang bwt negara qt rugi bgt,,selain itu mrk jg byk menyengsarakan masyarakat dgn mengambil sesuatu yg bkn hak mrk,namun ada baik na qt jg sdkit memberi hati untuk mereka toh semua orang pernah khilaf kan????
tpi tu jga bkn brarti sya stuju dgn ap yg merka lakukan,semua kembali kepada qt masing2 untuk berpndapt dan menilai na...

Senin, 09 Juni 2008

Ahmadiyah dan Hasil Jajak Pendapat

Ahmadiyah, protes keras terhadap aliran Ahmadiyah terus mengalir bagaikan air menuju tempat yang paling bawah, protes ini berdatangan dari hampir seluruh umat Islam di Indonesia yang mungkin di wakili oleh ormas Islam, baik ormas yang berhaluan keras maupun yang biasa-biasa saja, di sisi lain ada pula kalangan yang jelas-jelas mendukung eksistensi Ahmadiyah di Indonesia. Dua kubu yang beradu ini seakan-akan tidak mau mengalah walaupun hanya sejengkalpun, baik melalu argumentasi, politik maupun sosial . Dari tukang becak hingga kepala negara pun dibuat pusing olehnya, puncaknya baru-baru ini terjadi tragedi monas, peperangan antara Laskar Islam dan AKKBB.

Terlepas dari peristiwa di atas, maka akan timbul sebuah pertanyaan mengapa kebanyakan umat Islam menentang ajaran Ahmadiyah dengan mengatakan bahwa Ahmadiyah adalah bukan Islam dan bahkan termasuk ajaran yang sesat, sebuah ajaran yang seharusnya tidak beredar di Indonesia. Apalagi Ahmadiyah membawa nama Islam di dalamnya, dan mangaku bahwa Ahmadiyah adalah sebuah aliran dalam Islam layaknya Syiah, Sunni, dan lain sebagainya.


Ajaran Ahmadiyah berbeda dengan ajaran aliran Islam yang lainnya, baik Sunni, Syiah atau pun yang lainnya. Namun perbedaan ini pun hanya terletak dalam satu hal, yaitu Ahmadiyah menganggap bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah sebagai Nabi, Nabi yang menerima wahyu layaknya Nabi Muhammad Saw.. tetapi Mirza Ghulam Ahmad masih umat Nabi artinya di dalam Nabi ada Nabi.


Hal ini lah yang menjadikan dasar kubu yang menentang ajaran Ahmadiyah. Di dalam ajaran Islam Nabi terakhir yang menerima wahya adalah Nabi Muhammad Saw., oleh karena itu tidak ada satu pun dari umat Nabi Muhammad Saw. yang menerima wahyu hingga hari akhir zaman, sehingga pernyataan Ahmadiyah tentang Mirza Ghulam Ahmad sebagai penerima wahyu adalah sebuah kekeliruan. Ini masih adalam lingkup wahyu, belum lagi masalah tentang status kenabian yang diterima oleh Mirza Ghulam Ahmad. Dan ini semua adalah menyangkut akidah umat Islam, jika ada perbedaan yang menyangkut akidah maka harus diluruskan yang keliru, karena ini adalah masalah akidah, berbeda dengan masalah furu’iyah, yaitu masalah yang bukan akidah, seperti masalah dalam fiqh, masalah dalam penafsiran dan lain sebagainya, nah inilah yang diperkenankan.


Oleh karena itu kami Website Nur Aurora mengadakan jajak pendapat tentang masalah Ahmadiyah tersebut kepada pengunjung situs kami, kami adakan jajak pendapat tersebut dalam jangka waktu satu minggu lebih dan hasilnya sungguh mengejutkan, bahwa Ahmadiyah belum dapat diterima oleh masyarakat, hal ini tergambar dari hasil jajak pendapat tersebut.


Kami mengadakan dua jajak pendapat, jajak pendapat yang pertama ‘Apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah terhadap ajaran Ahmadiyah”, dalam jajak pendapat yang pertama ini, dari 100% suara ternyata 94%-nya menyatakan bahwa mendesak pemerintah untuk melarang ajaran Ahmadiyah di indonesia, dan yang 6% lainnya di isi pada pilihan abstain. Ini menunjukkan bahwa masyarakat setuju dengan penolakan Ahmadiyah terkait dengan SKB 3 Mentari, yang sedang di godok oleh pemerintah, masalah keputusannya? Kita lihat saja keputusan SKB 3 Menteri tersebut.


Sedangkan jajak pendapat kedua, kami arahkan kepada bagaimana pandangan masyarakat terhadap ajaran Ahmadiyah, dan hasilnya tanpa diragukan lagi bahwa masyarakat sudah mengecap bahwa Ahmadiyah adalah ajaran yang sesat, walaupun berbeda dalam 1 hal permasalahan yang sempat dibahas di atas, ini tergambar dari hasil jajak pendapat yang hampir 100% menyatalan ajaran Ahmadiyah adalah sesat, namun sayangnya masih ada 5% yang meng-abstain-kan diri.


Itulah jajak pendapat yang kami adakan di site kami ini, mungkin ini tidaklah ilmiyah, tetapi paling tidak sudah menggambarkan pandangan masyarakat umum tentang Ahmadiyah. Nah jajak pendapat yang selanjutnya kami adakan tentang aksi kekerasan FPI yang baru-baru ini mencuat, semoga para pengunjung setia bisa memilih dengan hati yang bijak dan pikiran yang lapang, amin. Makasih.


Jajak Pendapat 1

Apa yang Seharusnya Dilakukan Pemerintah Terhadap Ahmadiyah:

Memberi Kebebasan : 0%

Melarang :94%

Abstain : 6%


Jajak Pendapat 2

Apa Pendapat Anda Terhadap Ahmadiyah?

Benar : 0%

Sesat : 95%

Abstain : 5%


--------------------------
Oleh: Ibnu Saduki al-Bekasi (Adi Nurseha)

Rabu, 04 Juni 2008

Hasil Jajak Pendapat: Hukum Islam, Ilmu yang Terfavorit

Ilmu adalah adalah segala-galanya, kata ini adalah sangat pantas sekali jika disandarkan kepada manusia dari sejak lahir hingga masuk ke liangkubur, dari wanita hingga pria, dari bayi hingga kakek-kakek, dan bahkan dari pengangguran hingga presiden, semunya butuh ilmu dan ingin ilmu. Karena ilmu bagi manusia adalah pelita yang menerangi kegelapan ketika sedang mati lampu, sebagai bulan sebagai penghias malam agar lebih bercahaya dan indah, dan sebagai lampu sorot untuk menunjukan jalan yang suram agar tidak terperosok ke jurang yang sangat dalam.

Tanpa adanya ilmu maka manusia hampir sama dengan hewan, karena yang membedakan manusia dengan hewan adalah akal, dan akal sudah pasti berkaitan dengan ilmu. Hewan tidak mempunyai akal oleh karena itu hidupnya hanya ingin memuaskan nafsunya belaka, contohnya ketika ia makan maka ia tidak memikirkan cara yang sopan untuk makan dan ia pun tidak memikirkan untuk membuat piring agar makan lebih bersih dan sehat, sedangkan manusia mempunyai akal, dengan akal inilah manusia dapat berfikir mana yang baik dan mana yang buruk untuk dilakukan manusia, oleh karena itu peradaban manusia sangat maju sekali.


Dengan ilmu lah manusia bisa membuat gedung-gedung yang tinggi menjulang sehingga ketika kita tatap dari bawah gedung itu maka timbul dalam benak kita bahwa gedung yang tinggi itu telah mentok langit, karena ilmu peradaban berkembang dari manusia purba hingga manusia milenium, bahkan dengan ilmu manusia bisa mengetahui Tuhannya sehingga membuat dirinya semakin ta’at kepada Tuhannya.


Ilmu bukan hanya untuk kehidupan dunia saja, tetapi juga untuk kehidupan yang tanpa batas serta kehidupan yang sesungguhnya, yaitu akhirat. Alangkah indahnya sebuah perkataan, “Barangsiapa yang menginginkan dunia maka dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan akhirat maka dengan ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya maka hendaknya dengan ilmu” oleh karena itu jangan lah ragu untuk memperdalam berbagai ilmu, baik untuk kehidupan dunia atau kehidupan akhirat ataupun kedua kehidupan itu maka berlomba-lombalah dalam mencari ilmu.


Dengan berbagai deskripsi di atas lah kami telah mengadakan jajak pendapat di website ibnusaduki selama kurang lebih satu bulan, walaupun jajak pendapat ini bukanlah bersifat ilmiah, tetapi jajak pendapat ini sebagai sandaran kita akan pentingnya sebuah ilmu bagi manusia. Sebenarnya jajak pendapat ini sebagai langkah awal kami untuk website ibnusaduki ke depannya, tetapi langkah awal ini kami tindak lanjuti dengan langkah kedua yaitu membumikan ilmu di setiap jiwa manusia.


Sebenarnya kami mengambil banyak pilihan tentang jajak pendapat kali, bukan hanya ilmu tentang keislaman saja, tetapi ilmu tentang umum, namun sayangnya dari sekian banyak pilihan ternyata 44% dari semua pemilih memilih hukum Islam yang lebih condong ke ilmu agama. Memang tidak bisa dipungkiri lagi bahwa ilmu hukum Islam ini sangat penting sekali bagi kehidupan umat Islam secara keseluruhan, karena ilmu ini mencakup tingkah laku manusia dalam kesehariannya, mulai dari bangun tidur hingga hendak tidur kembali, mulai masalah bersuci hingga masalah hubungan yang intim, hal itu semua dibahas oleh ilmu hukum Islam. Maka sudah tidak heran lagi jika ilmu hukum Islam ini mendapatakan suara terbanyak dalam jajak pendapat kali ini.


Posisi kedua ditempati oleh akidah filsafat dengan mendapatkan 17% dari 100% suara, ilmu filsafat ini sangat urgent sekali bagi ilmu-ilmu yang lainnya, karena filsafat ini sebagai tonggak awal munculnya ilmu-ilmu yang lainnya. Sebelum filsafat menjadi ilmu khusus, filsafat lebih dikenal sebagai ilmu saja, jadi jika kita berbicara ilmu pada zaman dahulu, maka kita akan membahas masalah filsafat. Pada perkembangannya ilmu filsafat dikhususkan sebagai ilmu tersendiri, yang lebih dikenal dengan ilmu berfikir atau ilmu logika. Jadi dari dahulu hingga sekarang ilmu filsafat masih sangatlah penting, oleh karenanya ilmu ini mendapat respon terbanyak kedua dari pemilih.


Posisi yang ketiga diduduki oleh ilmu tasawwuf dan tafsir al-Qur’an. Ilmu tasawwuf ini sangatlah penting sekali bagi umat islam dalam mengenal Tuhannya, dengan perantaraan ilmu ini umat islam bisa mendapatkan kedudukan yang paling tinggi yaitu ma’rifatullah, sehingga ilmu ini pun sangat diminati oleh pemilih dalam jajak pendapat kali ini dengan perolahan suara 11%. Kemudian urutan yang sama juga diraih oleh tafsir al-Qur’an, hal yang wajar jika tafsir al-Qur’an menduduki posisi ketiga, karena al-Qur’an sendiri adalah pusat pengambilan hukum yang pertama sebelum al-Hadits, oleh karena itu untuk mendalami al-Qur’an secara menyeluruh dan mendalam maka di perlukanlah sebuah ilmu yang berkaitan dengan al-Qur’an ini, apalagi jika bukan tafsir al-Qur’an, oleh karena itu tafsir al-Qur’an mendapatkan perolehan suara 11% dan berhak menempati posisi ke tiga.


Dan posisi yang selanjutnya didapatkan oleh ilmu hadits dengan 6%, ilmu bahasa dengan 6%, dan ilmu yang lain-lainnya 6%, inilah jajak pendapat yang kami lakukan di website ibnusaduki selama satu bulan yang lalu, semoga hasil ini bisa menjadi tolak ukur kita dalam mendalami sebuah ilmu. Tidak ada kata yang terindah untuk bisa kita ungkapkan selain ilmu adalah sumber kehidupan manusia. Oleh karena itu, “Yuk mencari ilmu”.


Ilmu Apakah yang Anda sukai?

Hukum Islam : 44%

Aqidah Filsafat : 17%

Tasawwuf : 11%

Tafsir Qur'an : 11%

Hadits : 6%

Bahasa : 6%

Lain-Lain : 6%

Template by - Abdul Munir - 2008